Baccarat Computer_Indonesia_Reliable sports betting platform_Baccarat formula_Online betting company

  • 时间:
  • 浏览:0

Aku tengah menemukan jalan buntu. Entah apa yang ingin ditulis. Namun hanya ingin menulis dan menulis. Ketika ide berterbangan di kepala, tapi sulit untuk di jangkau. Apakah teman-teman yang senang menulis mengalami hal yang sama? Jika ada, terima kasih sebab aku tidak sendirian.

Ketika menulis menemukan jalan buntu, cobalah lihat sekeliling dan tulislah apa yang terlihat maupun dirasakan. Coba baca dengan teliti, nanti akan muncul cela untuk bisa menjadi ide cemerlang. Memang belum tentu terjadi, namun tidak ada salahnya di coba. Kadang kita terlalu takut untuk mencoba sesuatu, padahal sesuatu itu bisa saja terjadi dengan unsur percobaan.

Sama halnya dengan aku yang saat ini buntu. Aku menyadari bahwa menulis menyenangkan, namun kenapa menjadi buntu. Aku pun berusaha jujur dalam tulisan ini. Tanpa membuat tulisan ini selayaknya "wah", padahal tidak ada ide yang mendasarinya. Namun, bukan berarti tidak bisa menghasilkan suatu karya. Karya tersebut tetap bisa di hasilkan, tapi bisa saja hasilnya tidak sesuai harapan. Tidak apa-apa, setidaknya sudah mencoba.

Jika merasa buntu, maka coba untuk berdiam diri. Rasakan dan terima dulu. Tak perlu disangkal, sebab tidak akan menemukan pintu untuk keluar. Namun, jika sudah tenang, maka pintu perlahan akan terlihat dan kita bisa membukanya.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Ya, memang kita ini tidak sendirian, lantas kenapa ada yang merasa bahwa sepi dan sendirian? Bukan berarti ketika tidak ada yang menemani lantas menyebut bahwa hidup ini sepi dan diri ini sendirian. Oh.. tidak.. tidak separah itu. Ada kalanya memang kita butuh sendiri. Namun, sadar juga bahwa diri ini tidak sendirian. Masih ada hal di sekitar yang bisa di jangkau. Tanpa harus melibatkan orang lain, namun mengeluarkan kemampuan sendiri.

Ketika sendiri, kita akan di hadapkan pada kejujuran. Murni keluar dari diri sendiri dan dilihat serta dirasakan diri sendiri. Ketika bersama orang lain, bisa saja kita mengeluarkan "sisi baik" diri kita, namun lupa itu hanyalah acting semata. Nah, hal ini yang membuat kita terkadang di sebut menggunakan "topeng".

Lalu, aku coba untuk menarik benang merah dengan kehidupan sehari-hari. Terkadang kita bingung harus bersikap seperti apa dan melakukan apapun. Akhirnya kita mengambil langkah untuk menyendiri, sambil merenungi sebenarnya apa yang harus dilakukan. Pada titik tersebut, kita malah merasa sepi dan sendirian. Padahal, keputusan itu diambil oleh diri kita sendiri.