Online gambling games_BetVictor_Baccarat Malaysia_Buy lottery app

  • 时间:
  • 浏览:0

SBookmaker RankingelBookmaker Rankingain film horor, Shenina pun pernah membintanBookmaker Rankinggi sejumlah judul FTV di tahun ini. Salah satunya Trouble Sister Jatuh Cinta yang ditayangkan di SCTV.

Poster film “The Ritual” | Credit: IMDb

Meski berada dalam kondisi pandemi, karir Shenina Cinnamon tetap eksis di layar lebar. Hal itu terlihat dari terlibatnya kekasih Angga Yunanda dalam film “Di Bawah Umur”. Film ini menceritakan tentang kisah asmara anak SMA yang terlibat dalam hubungan terlarang. Bukan hanya sebagai sebuah hiburan, film bergenre drama-percintaan ini mencoba untuk memberikan edukasi tentang pentingnya selektif dalam pergaulan remaja yang mulai beranjak dewasa.

Membintangi 4 film dalam satu tahun menjadi sebuah keberuntungan bagi Shenina Cinnamon untuk mengeksplorasi setiap karakter yang dimainkannya dalam film. Judul film yang dibintanginya pada tahun tersebut adalah “Ratu Ilmu Hitam”, “Hanya Manusia”, “Sabyan: Menjemput Mimpi”, dan “Say I Love You”. Sejak duduk di bangu SMA, ketertarikan gadis berzodiak Aquarius ini terhadap film memang sudah terlihat ketika ia sering menghadiri acara Hari Film Nasional. Jadi, nggak heran ya kalau Shenina bersemangat untuk mengambil 4 film dalam satu tahun~

Kehadirannya di ajang penghargaan film bergengsi se-Asia sekaligus menjadi pembaca nominasi dalam Asian Film Award 2021, menunjukkan bahwa kemampuan akting Shenina semakin baik. Hingga film yang dibintanginya masuk dalam penayangan di 26th Busan Film Festival. Bangga!

Dalam sinetron ini Shenina Cinnamon berperan sebagai pemain pendukung. Meski begitu, melalui debutnya di sinetron yang diproduksi oleh MNC Pictures ini telah membawa Shenina untuk lebih banyak terlibat bermain peran dalam sejumlah judul FTV hingga film. Dimulai dari hal kecil, sebuah karir bisa berkembang jika dilakukan dengan konsisten.

Menjadi salah satu nominasi, membuat sang sutradara, Wregas Bhanuteja dan salah satu pemain dalam film, Shenina Syawalita Cinnamon terbang ke Korea Selatan untuk menghadiri ajang penghargaan film internasional tersebut secara langsung. Selain hadir sebagai perwakilan film Penyalin Cinta, Shenina juga didapuk menjadi salah satu pembaca nominator dalam Asian Film Award 2021. Acara itu termasuk bagian dari rangkaian acara BIFF yang digelar di Busan, Korea Selatan.

Dalam film horor ini, Shenina berperan sebagai Maya, perempuan dengan karakter tomboi yang pada saat itu memang sedang dicarinya. Ia termasuk pemeran utama, beradu akting dengan Mawar Eva de Jong, Rayn Wijaya hingga Karel Susanteo. Rilis pada 19 Juli 2018, film ini mengangkat kisah tentang sekelompok pemuda yang berniat membuat film horor untuk tugas kuliah.

Gadis berusia 22 tahun ini memang masih baru dalam dunia film, tertapi karirnya dalam dunia peran telah cukup terlatih lo karena sejumlah judul FTV, web series, dan sinetron pernah dilakoninya. Penasaran bagaimana perjalanan karir Shenina hingga bisa terlibat dalam ajang penghargaan film internasional? Simak ulasannya berikut ini!

Shenina Syawalita Cinnamon atau akrab dikenal Shenina Cinnamon adalah aktris muda Indonesia kelahiran 1 Februari 1999. Setelah menghadiri ajang penghargaan BIFF 2021 dan menjadi pembaca nominasi di Asian Film Award 2021, namanya semakin terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Terlibat dalam sebuah ajang penghargaan internasional di usia muda, tentunya menjadi sebuah kebanggan pribadi bagi Shenina, keluarga, dan juga masyarakat Indonesia.

Selain film romansa tersebut, selama awal pandemi Shenina juga produktif aktif dengan menjadi pemain dalam web series “Star Stealer”. Dapat dinikmati di platform Viu, serial ini bahkan tayang di 16 negara lo.

Shenina Cinnamon di Asian Film Award 2021 | Credit: Instagram @busanfilmfest

Sebelum film “Penyalin Cahaya”, Shenina telah lebih dulu bermain dalam web series “I Love You Silly”, film “Gezz & Ann”, dan “Ku Kira Kau Rumah”. Mulai dari drama misteri hingga kisah romansa anak sekolah, perjalanan karir Shenina hingga tahun 2021 perlahan mulai membuahkan hasil.

Film “Penyalin Cahaya” atau “Photocopier” menempatkan Shenina menjadi pemeran utama yang menjadi tokoh Sur. Berpusat pada kisah Sur, film ini menceritakan kisah seorang mahasiswa berprestasi yang karirnya hancur setelah datang ke pesta kemenangan teater kampusnya.

Film sinetron Roman Picisan The Series. | Credit: Suara.com

Penghargaan festival film terbesar di Asia, Busan International Film Festival (BIFF) tahun ini baru saja berakhir pada 8 Oktober nih, Sobat Hipwee. Dalam acara tersebut, ada 4 film Indonesia lo yang masuk dalam nominasi, yaitu “Penyalin Cinta”; “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”; “Laut Memanggilku”; dan “Yuni”. Dari keempat nominasi, film “Penyalin Cahaya” lolos dalam seleksi dan masuk ke ajang penghargaan yang digelar di Korea Selatan tersebut untuk ditayangkan dalam program New Currents.