Real Money Gambling Site_bet365 alternate URL_Online Baccarat Casino_Reliable sports betting platform_Crown Football Betting Network

  • 时间:
  • 浏览:0

CaCasino Baccaratsino Baccaratdi Casino BaccaratneCasino Baccaratgara berkembang, termasCasino Baccaratuk Indonesia, isu kesehatan mental masih menjadi sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan. Terlebih lagi di daerah-daerah pedesaan. Alih-alih berkunjung ke psikiater, psikolog, atau praktisi kesehatan mental lain, orang dengan gangguan mental justru lebih banyak dipasung, atau memilih mendatangi dukun dan melakukan pengobatan tradisional.

Miris rasanya ketika keluarga sebagai lingkungan terdekat penderita gangguan mental, justru menganggapnya sebagai sesuatu yang harus dibasmi dan dijauhkan dari lingkungan sosial. Kondisi ini membuat penderita akan semakin merasa kesepian, terisolasi, dan tidak dibutuhkan. Mereka akan merasa tidak layak hidup dan memilih melukai diri sendiri bahkan sampai bunuh diri.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia dengan gangguan mental emosional mencapai 14 juta orang, sedangkan gangguan akut sampai angka 400 ribu orang. Dari jumlah tersebut 14,3%-nya pernah atau sedang dipasung, dengan angka pemasungan di pedesaan sebesar 18,2% dan di perkotaan 10,7%. Data tersebut jelas menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai penderita gangguan mental masih sangat rendah. Padahal dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, penderita jelas bisa sembuh bukannya jadi ‘aib’ selamanya.

Kerugian jelas akan lebih terasa di negara berkembang seperti Indonesia. Disaat negara butuh tenaga produktif untuk meningkatkan pendapatan, hal itu jadi sulit dicapai jika banyak penduduknya justru menderita gangguan mental sehingga tidak bisa bekerja.

Pada 2015, organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) mencatat setiap tahunnya terdapat 800.000 orang meninggal karena bunuh diri. Setiap 40 detik setidaknya ada 1 orang di dunia meninggal bunuh diri dengan rasio 11,4 per 100.000 populasi.

Tentu saja tindakan pemerintah tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat sendiri akan pentingnya penanganan pasien dengan gangguan mental. Angka bunuh diri yang masih terus meningkat, seharusnya bisa menjadi dorongan baik bagi pemerintah maupun masyarakat untuk terus bersinergi sehingga masalah tersebut perlahan dapat terselesaikan.

Nah Guys, buat kamu yang masih memandang sebelah mata orang-orang stres atau depresi, daripada berujung pada bullying, alangkah lebih baik kalau kamu mendukung kesembuhannya. Jika itu terjadi pada orang terdekatmu, minimal jadilah tempat mereka berkeluh kesah tanpa ada stereotip negatif. Jangan sampai generasi kita dibunuh oleh penyakit mental